Ken Setiawan: Jadikan Radikalisme Sebagai Musuh Bersama



Persoalan radikalisme atas nama agama di Indonesia sudah menyebar di seluruh kalangan, mulai kalangan pelajar, mahasiswa, buruh bahkan kalangan aparat dan birokrasi pemerintahan serta kalangan sebebriti juga banyak terindikasi terpapar.

Bukan hanya kalangan dewasa saja, tapi mereka menanamkan pemikiran intoleransi dan radikalisme sejak usia dini lewat pendidikan islam terpadu dengan lagu lagu dan tayangan kartun anak.

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan membenarkan fenomena tersebut, bahkan dirinya mengaku banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait hal ini.

Ken menyebut bahwa sebenarnya kelompok radikalisme atas nama agama jumlanya tidak banyak, tapi mereka bergerak 24 jam secara masif terstruktur dan sistematif. Sementara kelompok masyarakat yang moderat cenderung nemilih diam dan membiarkan.

Kelompok radikalisme menganggap kita semua diluar kelompoknya adalah musuh dan orang kafir yang harus diperangi, sementara kita tidak menganggap mereka sebagai musuh, itu yang terjadi. Jelas Ken.

Masyarakat sebenarnya sudah marah terhadap fenomena pergerakan radikalisme tersebut, tapi ketika mau mengkritisi maka akan mendapatkan stempel anti Islam, kafir dan komunis.

Ken khawatir bahwa kelompok radikalisme bisa menang dan berkuasa, bahkan negara bisa hancur lebur seperti di Suriah, hal itu bukan karena radikalis itu hebat, tapi karena mereka orang yang baik dan moderat serta terdidik di Suriah diam dan enggan bersuara.

Masih ingatkah, 10 tahun yang lalu ISIS begitu menggoda, dan orang yg ghirah agamanya tinggi namun buta pengetahuan berangkat ke Suriah dan kini terlunta lunta, mereka tidak paham itu, mereka tersesat, mereka terpesona oleh jihad bodoh dan khilafah palsu, entah berapa ribu keluarga yang ikut ikutan jihad bersama ISIS kini sengsara. Jelas Ken.

Jadi, Masih mau diamkah ? Mari kita berbuat sesuatu untuk melawan radikalisme atas nama agama sesuai kemampuan kita dengan harapan banyak keluarga yang bisa diselamatkan dari doktrin jahiliyyah radikal atas nama agama yang menyesatkan.

Kelompok radikal bukanlah agamawan, tapi mereka adalah pemain politik, pemberontak yang menggunakan agama sebagai kedok untuk mencapai ambisi kekuasaan. Tutup Ken.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *