Ken Setiawan: Ada Persamaan HAMAS Palestina dan PKS di Indonesia



Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengatakan sepenuhnya mendukung upaya perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Tapi Ken sama sekali tidak mendukung aksi yang dilakukan oleh kelompok partai Hamas, sebab menurut Ken tidak mewakili rakyat Palestina, jangankan dengan Israel, dengan Partai Fatah yang merupakan pendukung pemerintah Palestina saja Hamas selalu berbeda dan bertikai.

Menurut Ken, bahwa Partai Hamas dan Partai Keadilan Sosial (PKS) merupakan sama sama kelompok garis keras metamorfosa dari Kelompok sosial keagamaan Ikhwanul Muslimin.

Kelompok garis keras yang berambisi merebut kekuasaan, sebab menurut Ikhwanul Muslimin bahwa ajaran agama tidak bisa diterapkan tanpa adanya kekuasaan. Kelompok ini selalu berlindung atas nama umat Islam. Baik di Palestina maupun di Indonesia.

Hamas itu awalnya merupakan hanya sebuah ormas sosial keagamaan Ikhwanul Muslimin di Gaza yang berubah menjadi Partai Politik di Palestina.

Jangankan dengan Israel, dengan pemimpin negara Palestina saja dari Partai Fatah kelompok Hamas ini selalu berbeda pendapat dan tidak akur.

Bahkan dinegara asalnya Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir telah menetapkan 50 pemimpinnya Ikhwanul Muslimin kedalam daftar terorisme, Saudi, Amerika dan United Emirad Arab pun juga telah menetapkannya sebagai teroris.

Kalau di Indonesia kelompok Ikhwanul Muslimin ini berubah menjadi Partai Keadilan Sosial atau PKS. Sudah tahu kan seperti apa sepak terjang PKS di Indonesia, oposisi yang paling sering nyinyir terhadap pemerintah. Apa yang dilakukan pemerintah selalu salah dimata mereka, seolah mereka paling suci.

Di Palestina, Hamas inilah yang sering berkonflik fisik dengan Israel, mengaku mewakili umat Islam, seolah tidak ada kedamaian, bahkan di propaganda foto foto dan video dibuat sedemikian rupa seolah olah telah terjadi pembantaian dan pembunuhan masal disana.

Sama seperti di Indonesia, kelompok PKS ini yang mengklaim telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama, makanya kelompok PKS mengusulkan agar segera dibahas RUU perlindungan ulama. Padahal sejatinya adalah ulama dari kelompok PKS lah sebenarnya yang telah membuat gaduh dinegara ini.

Kelompok PKS ini juga di Indonesia yang paling getol mengkampayekan dukungan terhadap kelompok Hamas di Palestina, bahkan dalam aksi demo pun mereka mencetak bendera dan kaos Hamas.

Ada hal yang membuat tidak simpati masyarakat terhadap persoalan ini yaitu para pencari dana/donasi untuk dukungan Palestina di Indonesia adalah dominan dari orang orang dari kelompok organisasi sosial dan keagamaan seperti ACT HTI Ikhwanul Muslimin, FPI dll termasuk organisasi politik seperti PKS dan para tokoh agama, tokoh publik serta artis yang meneriakan anti demokrasi, anti terhadap pemerintah yang sah karena dianggap tidak menggunakan hukum Islam, dengan semangatnya mereka mendukung penegakan Khilafah atau negara Islam.

Banyak kita jumpai di Indonesia tiba tiba ada artis mendadak hijrah dan tiba tiba mendukung penegakan Khilafah atau negara Islam. Jelas Ken.

Padahal kita tahu bahwa dalam tiga hari saja Palestina meluncurkan 2000 roket ke wilayah Israel, darimana dana mereka dapatkan untuk membeli ribuan roket ?

Khawatirnya penggalangan donasi untuk kelompok Hamas di Palestina justru digunakan untuk pembelian senjata yang justru akan memperburuk situasi, bukan digunkaan untuk bantuan sosial. Berkaca seperti kasus di suriah yang kini hancur.

Ditambah lagi dengan seiring semakin banyaknya negara Arab yang berdamai dengan Israel saat warga Palestina terpecah secara politik, serta karena masalah ini tidak jadi agenda utama pemimpin Israel, sulit melihat bagaimana upaya menuju perdamaian dapat dibuat oleh kedua negara.

Menurut Ken, Israel justru akan makin senang kalau diajak perang, sebab setelah perang selesai wilayah daratnya makin luas sesuai dengan yang terlihat pada peta ini, karena hukum yang dipakai setelah perang selesai itu hukum versi negara pemenang perang, jadi mengajak Israel duel senjata dalam bentuk perang militer adalah langkah yang kurang cerdas.

Bagi kelompok ikhwanul Muslimin, mereka berkeyakinan tidak dapat menjalankan ajaran agama dengan kaffah kalau tidak berkuasa atau punya kekuasaan, jadi mereka akan berjuang totalitas agar dapat berkuasa penuh, termasuk Ikhwanul Muslimin di Indonesia yang telah berubah menjadi PKS tidak akan bisa terima siapapun yang berkuasa kecuali kelompoknya. Tutup Ken

Ken Setiawan: Ada Persamaan HAMAS Palestina dan PKS di Indonesia

Boleh dishare/bagikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *