Ken Setiawan: Jusuf Kalla Pernah Sumbang Miliaran Rupiah di Pesantren Radikal Alzaytun



Ken Setiawan, mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) dan sekarang Pendiri NII Crisis Center, mengatakan, Jusuf Kalla (79 tahun), pernah menyumbang hingga miliaran rupiah kepada salah satu pesantren yang terpapar paham radikalisme di salah satu wilayah di Indonesia yaitu pesantren alzaytun Indramayu Jawa Barat yang merupakan pusat NII komandemen wilayah 9

Hal itu dikemukakan Ken Setiawan dalam jaringan televisi channel Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN) Media, Jakarta, Minggu, 21 Nopember 2021.

“Banyak elit dinegara kita terkecoh atas propaganda pesantren alzaytun di Indramayu Jawa Barat termasuk di antanya Jusuf Kalla. Karena diketahui pesantren dimaksud terbukti ada benang merah dengan NII, kita semua diharapkan mesti bisa meningkatkan kewaspadaan tinggi,” ujar Ken Setiawan.

Ken Setiawan, menegaskan, Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Indonesia, 2004 – 2009 dan 2014 – 2019, mungkin bukan bagian dari kelompok radikalisme NII Alzaytun.

Tapi orang baik sekaliber Jusuf Kalla, bisa saja terkecoh kelompok radikal karena mereka kelompok radikal itu dari kalangan terdidik, paham hukum, sehingga pesantren alzaytun sulit dijerat hukum.

Ken Setiawan, berharap, semua pihak, terutama kalangan elit politik harus satu suara di dalam memberantas paham radikalisme dan terorisme.

Ken Setiawan, mengingatkan semua pihak untuk tidak memanfaatkan kelompok radikalisme untuk kepentingan pragmatis politik, karena bagi Indonesia, negara kesatuan berazaskan Pancasila, yaitu menghargai keberagaman dan persamaan derajat, merupakan alat perekat persatuan dan kesatuan.

“Negara Islam Indonesia, adalah tragedi kemanusiaan di Indonesia, harus dicegah, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Ken Setiawan.

Ken Setiawan mengharapkan Pemerintah bisa melakukan tindakan tegas terhadap organisasi kemasyarakatan maupun lembaga keagamaan yang mengajarkan paham radikalisme dan terorisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *