Ken Setiawan: Ajaran NII Merusak Ekonomi, Merusak Akidah, Ahlak dan Merusak Masa Depan Jamaahnya



Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang dihadiri oleh Direktur Pencegahan Brigjen Pol Ahmad Nurwahid menggelar diskusi Harmoni Bangsa di Balai Desa Sidodadi Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur 24/11/2021.

Selain Brigjen Pol Ahmad Nurwahid, diskusi harmoni bangsa juga menghadirkan narasumber KH. Zimam Khanifun Nusu (Gus Nif) dari Pekalongan Jawa Tengah dan Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan

Ken Setiawan sebagai salah satu narasumber menceritakan pengalaman mengapa dulu bergabung, apa doktrin dan bahaya kelompok radikal, diharapkan masyarakat waspada.

Menurut Ken, NII sudah tamat sejak SM Kartosuwiryo tertangkap dan dieksekusi pada tahun 1962, lalu NII saat ini menurut Ken adalah gerakan politik untuk penggalangan masa dan penggalangan dana,

Mereka itu sebenarnya adalah gerakan makar atau mendirikan negara dalam negara, memberontak, menggulingkan pemerintah yang sah yang didalam agama Islam sendiri itu dilarang, bahkan melepaskan diri dari ketaatan dari pemerintah yang sah walau hanya sejengkal saja, maka ketika meninggal dia termasuk mati dalam kondisi jahiliyyah. Jelas Ken.

Menurut Ken, NII menghancurkan dan merusak ekonomi jamaahnya atas nama infak menegakan Islam, atas nama perjuangan menegakan hukum Islam, para jamaah NII harus rela memberikan harta yang dimilikinya, sehingga mereka yang bergabung akan habis habisan hartanya.

NII juga menghancurkan, merusak ahlak dan akidah para jamaahnya, atas nama agama para jamaahnya mengkafirkan semua orang di luar kelompoknya bahkan termasuk orang tua yang melahirkan dan membesarkanya, bahkan menghalalkan darah dan harta orang diluar kelompok atas nama agama.

NII menghacurkan masa depan jamaahnya, yang sekolah, kuliah dan bekerja akhirnya berhenti (drop out) sehingga masa depan mereka hancur berantakan.

Jadi menurut Ken, NII merupakan singkatan dari Negara Impian Iblis, sebuah kejahatan kemanusiaan, bahkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mengatasnamakan agama.

Ini lebih jahat dari yang paling jahat, lengkap sekali, hancur ekonomi, hancur akidah dan hancur masa depan para jamaahnya. Tutup Ken.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *