Rayakan Natal, Asosiasi Pendeta Indonesia Provinsi Lampung Undang Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan



Ketua API Lampung Pdt. Adventus Zendrato, S. Pd.,M. Min. mengatakan bahwa ada yang spesial saat ibadah dan perayaan natal tahun 2021 di Bandar Lampung.

Setelah ibadah selesai, Pdt Adventus menghadirkan Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan yang sebelumnya menunggu diruang transit sambil menunggu ibadah selesai.

Ken diminta sebagai pembicara tentang wawasan kebangsaan dan mensikapi ancaman radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama disekitar kita.

Dalam sambutannya, Pdt Adventus mengatakan bahwa paha radikalisme dan terorisme tidak mewakili agama apapun, justru radikalisme dan terorisme justru merupakan musuh agama dan musuh negara yang harus kita perangi bersama agar Indonesia aman dan damai.

Ken Setiawan menyampaikan tentang kisahnya bagaimana bisa masuk ke kelompok radikal, juga tentang peta pergerakan radikalisme di Indonesia khususnya di wilayah Lampung.

Menurut Ken, sasaran kelompok radikal bukan hanya Islam, bahkan semua agama berpotensi direkrut kelompok radikal.

Ken mengaku pernah menangani mahasiswi yang adalah anak pendeta yang terpapar NII, padahal kalau hari minggu masih ikut ibadah di gereja, karena dua minggu tidak pulang dan minta dana dalam jumlah yang besar, akhirnya oleh orang tuanya dicari di tempat kost berdasarkan informasi sahabatnya dikampus, dan alangkah kagetnya orang tua ketika masuk ke kost dan membuka lemari pakaian anaknya ternyata banyak pakaian muslim, seperti sajadah, mukena dan busana muslimah lainya.

Setelah curiga akhirnya orang tuanya mencari informasi kepada sahabatnya di kost tentang aktifitas putrinya, menurut informasi sahabatnya ternyata putrinya sudah cukup lama bergabung dalam kelompok NII.

Awalnya orang tuanya tidak percaya karena kalau hari minggu anaknya masih ikut keluarga kegiatan ibadah digereja, tapi berdasarkan bukti dan saksi dari sahabatnya akhirnya percaya.

Masalahnya adalah setelah orang tuanya mengetahui kalau dirinya terlibat NII, akhirnya kini anaknya justru menghilang tanpa jejak, komunikasi juga terputus karena nomernya tidak aktif lagi. Sampai orang tuanya depresi karena putrinya yang hilang sampai kini tersebut adalah kebanggaan keluarga.

Ken menyebut bahwa orang yang terpapar radikal itu akan dighancurkan ekonominya, dihancurkan ahlaknya dan dighancurkan masa depan mereka.

Dihancurkan ekonominya karena setelah bergabung harus berinfak untuk mendukung program negara Islam, dihancurkan ahlaknya karena yang biasa anak baik dipastikan akan mengkafirkan semua orang termasuk kedua orang tua yang melahirkanya, dihancurkan masa depannya karena harus keluar dari kuliah dan kerjanya karena harus aktif di kelompoknya dan demi keamanan mereka.

Ken menyebut bahwa semua yang terjadi dalam gerakan radikal itu adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang mengatasnamakan agama, banyak anak muda yang ingin belajar tapi malah dibodohi menggunakan kedok agama.

Bagi Ken, tidak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan radikalisme dan terorisme, semua agama mengajarkan kedamaian kepada pemeluknya.

Bahkan Ken mengatakan bahwa sebenanarnya Tuhan kita satu, Tuhan semesta alam yang menciptakan dunia dan seisinya hanya satu, semua agama sepakat bahwa Tuhan kita satu, asma atau sifatnya yang banyak, dalam Islam Tuhan hanya satu Allah sedangkan Asma Ulhusna ada 99, jadi bukan tuhan orang Islam ada 99 tapi asmanya yg ada 99, Jelas Ken.

Didalam ajaran agama Kristen menurut Ken Tuhannya juga hanya satu, yaitu Allah, bahwa disebut Trinitas atau Allah adalah dalam tiga pribadi, sifat atau hipostasis yang sehakikat (konsubstansial) Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Di agama hindu pun menurut Ken, Tuhan hanya satu, yaitu Sang Hyang Widi Wasa, tetapi sistem atau sifat ketuhanannya terkoordinasi dalam konsep ketuhanan Trimurti terbagi kepada tiga (sifat) yaitu Brahman, Wisnu, dan Siwa.

Jadi menurut Ken, sebenarnya Tuhan kita sama, Tuhan kita satu, hanya tiap agama menyebutnya berbeda dan cara beribadah serta cara berdoanya pun berbeda pula, tapi pada dasarnya tujuan kita sama, beribadah kepada Tuhan.

Ken juga menyakini bahwa semua ajaran yang dibawa para Nabi dan Rasul sebelum nabi Muhammad adalah ajaran Tuhan Yang Satu, Tuhan yang maha Esa. Sebab mempercayai Rasul adalah bagian dari rukun iman dalam Islam.

Jadi sebenarnya tidak ada yang perlu di persoalkan diantara kita umat beragama, kita punya tujuan yang sama kepada Tuhan dengan jalan yang berbeda, seperti kita mau ke Jakarta dari Lampung, ada yang pakai pesawat dan ada juga yang lewat darat.

Mari kita yakini jalan agama kita masing tapi jangan menyalahkan agama yang lain apalagi sampai menghalalkan darah dengan membunuh dan mengambil harta saudara kita hanya karena berbeda agama. Jelas Ken.

Bila kita masing masing menjalankan agama dengan benar, niscaya tidak ada lagi istilah intolerasi, radikalisme dan bahkan terorisme, sebab setiap agama pada dasarnya mengajarkan cinta kasih kepada sesama manusia.

Orang baik itu diibaratkan air dalam cangkir, mau ditaruh dicangkir warna apapaun, tidak akan merubah rasa air.

Diakhir acara, Ken mengajak semua untuk berlomba lomba dalam takwa kepada Tuhan dan berlomba lomba dalam kebaikan terhadap sesama, karena menurut Ken, sejatinya sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang disekitarnya.

Kita diciptakan berbeda beda bukan untuk saling menjatuhkan, tapi untuk saling mengenal satu sama lain dan saling melengkapi, ibarat pelangi, walaupun berbeda beda warna tapi ketika seiring sejalan maka akan menjadi Indah. Tutup Ken.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *