Pendiri NII Crisis Center Dukung Aksi 5000 Santri Garut Tuntut Penindakan Pejabat Terafiliasi NII



Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan menyatakan siap mendukung aksi 5000 santri Garut bersama dengan Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikal dan Intoleransi (ALMAGARI) tokoh masyarakat dan tokoh agama kabupaten Garut untuk menuntut agar pejabat yang teridentifikasi terpapar NII agar ditindak, rencana aksi pada tanggal 5 Januari 2022 Mendatang tentunya dengan prosedur protokol kesehatan.

Menurut Ken, laporan yang masuk ke NII Crisis Center bahwa ada sejumlah pejabat di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat terindentifikasi diduga terlibat dalam organisasi Negara Islam Indonesia (NII). Bahkan, salah seorang diantaranya diduga merupakan petinggi NII dengan jabatan ‘gubernur’.

Kelompok NII di Garut sering disebut sebagai Islam Baiat karena untuk menjadi atau masuk kelompok ini mereka melakukan ” pembaiatan” atau bersyahadat kembali yang dipimpin oleh seorang pimpinan mereka. Jelas Ken.

Mereka menggangap seseorang belum menjadi Beriman kalau belum di baiat kepada mereka, walaupun KTP Islam dan rajin ibadah, tapi bila belum berbaiat kepada pimpinan mereka maka masih dianggap Kafir.

Ken menyebut wilayah keberadaan NII atau Islam Baiat di Garut sudah menyebar di setiap kecamata, berpusat dan paling besar di Garut Selatan terutama di Kecamatan Bungbulang dan Pakenjeng, infonya sudah ada satu desa yang 90 persen warganya terpapar NII, saat peringatan 17 agustus tidak ada satupun bendera merah putih berkibar disana.

Keberadaan kelompok ini menurut Ken telah memiliki Sekolah, Pesantren yang mempunyai ribuan murid bahkan Struktur Ekonomi yang sangat kuat misalnya di Kecamatan Pakenjeng yang terdiri dari 13 Desa, Kelompok ini bisa menghimpun dana dari infaq antara Rp.250 juta sampai dengan Rp.1Milyar perDesa,” ungkap Ken.

Pola perekrutan yang dilakukan oleh kelompok NII mirip pola Multi Level Marketing (MLM) anggota yang sudah bergabung diwajibkan merekrut kembali anggota baru,

Penggalanan dana kelompok NII di Garut menggunakan bisnis MLM dan Donasi sosial lewat yayasan yatim piatu yang organisasinya mempunyai cabang di berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya di Garut, sebab kelompok NII wajib memberikan infaq sebesar 10 sampai 50% perbulan dari penghasilan nya kepada organisasi.

Bahkan ada satu korban senior wanita NII di Karawang yang saat ini depresi karena diancam oleh pengurus yayasan di Garut yang bersadarkan laporan korban ke NII Crisis Center teridentifikasi NII.

Menurut Ken, ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang mengatasnamakan agama, anggotanya dimiskinkan atas nama infak perjuangan, dirusak ahlaknya sehingga mengkafirkan orang lain termasuk orang tua dan dihancurkan masa depannya dengan iming iming penegakan hukum Islam atas Negara Islam Indonesia.

Bahkan Ken menyebut NII itu adalah kepanjangan dari Negara Impian Iblis. Bila negara tidak segera mengambil tindakan maka kedepan akan menjadi bencana nasional atas nama agama, tidak mustahil Indonesia 5 atau 10 tahun kedepan seperti Suriah atau Libya yang hancur berantakan. Tutup Ken.

Leave a Reply

Your email address will not be published.