Ken Setiawan: Bagi Jamaah NII Ada Subsidi Pendidikan Anaknya di Pesantren Alzaytun



Hebohnya pemberitaan terkait pondok pesantren Al Zaytun Indramayu Jawa Barat dimana pimpinanya menjadi Presiden atau Imam Negara Islam Indonesia (NII) membuat banyak orang tua yang menarik putra putrinya dari pesantren yang termegah se Asia Tenggara itu.

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan membenarkan hal itu, tapi diakuti bahwa tidak semua santri dan orang tua yang di alzaytun adalah NII, ada yang kita katagorikan sebagai korban promosi Alzaytun, melihat pesantren mewah lalu menyekolahkan putra putrinya kesana. Tapi mayoritas santri alzaytun itu orang tuanya adalah jamaah NII.

Menurut Ken, khusus jamaah NII memang ada subsidi pendidikan agar putra putrinya di sekolahkan di alzaytun, ini dikarenakan minimnya santri karena pemberitaan tentang bahaya NII yang hampir semua menyebut bahwa alzaytun sebagai pusat ibu kota NII dan pimpinan alzaytun Panji Gumilang sebagai presiden NII.

Pesantren Alzaytun menurut Ken memang mewah, tapi adalah sebuah pusat sebuah tragedi kemanusiaan atas nama agama, anggota NII akan dimiskinkan hartanya atas nama infak mendirikan negara Islam, dirusak ahlaknya karena harus mengkafirkan semua orang diluar kelompoknya dan dihancurkan masa depan karena harus aktif di NII.

NII sudah tamat ketika Sekar Madji Maridjan Kartosuwirto ditangkap dan dieksekusi pada tahun 1962. NII yang saat ini adalah hanya untuk sebuah proyek penggalangan masa dan penggalangan dana untuk kepentingan politik. Jadi seperti diternak, ada yang memelihara, memberi makan dan ada yang memanfaatkan. Jelas Ken.

Dalam waktu dekat ini akan kita bongkar fakta fakta baru dan kasus kasus yang belum selesai tentang alzaytun, semoga fakta fakta baru bisa menjadi landasan aparat untuk menindaklanjuti gerakan sesat dan makar NII dibalik pesantren mewah Alzaytun.

Untuk para korban NII yang ingin bergabung dengan NII Crisis Center bisa menghubungi Hotline Whatsapp 0898-5151-228. Tutup Ken.

Leave a Reply

Your email address will not be published.