2 Pengurus MUI Ditangkap Densus 88, Ken Setiawan: Memalukan, Pantasnya di Hukum Mati



Setelah pengurus Komisi Fatwa MUI pusat ditangkap Densus 88, kini MUI Kota Bengkulu menonaktifkan dua pengurusnya yaitu RH dan CA yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Ketua MUI Kota Bengkulu Yul Khamra di Bengkulu, mengatakan bahwa CA sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa, sedangkan RH menjabat sebagai Wakil Ketua I yang membidangi Komisi Fatwa MUI Bengkulu.

Kalau teroris biasa, bisa jadi adalah korban, ini oknum teroris di tubuh MUI, sengaja mau merusak ummat. Jadi hukuman yang setimpal adalah hukuman mati.

Ken mengaku tidak terkejut dengan ditangkapnya kedua anggota MUI tersebut, sebab keduanya merupakan anggota aktif di MUI sejak 2005. Bahkan RH pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal serta merupakan dosen bahasa Arab di salah satu universitas swasta di Provinsi Bengkulu.

Saatnya bersih bersih ditubuh MUI agar masyarakat kembali percaya.

Memang yang salah bukan organisasi MUI nya tapi dengan adanya terus terusan pengurusnya yang ditangkap densus seolah olah jaringan teroris di MUI sudah terorganisir didalam. Tambah Ken.

Di MUI, kata Ken, memang masih ada yang berpaham radikalisme bahkan statemen ada yang selalu berseberangan dengan pemerintah. “Uniknya, anggota MUI yang lain tidak bisa berbuat banyak,” ucapnya.

Ken pun menyebut hukum untuk penanganan terorisme di Indonesia masih lemah. Alasannya, seseorang belum bisa dijerat dengan UU Antiterorisme jika belum melakukan tindakan yang mengarah pada terorisme.

“Saya berharap pemerintah segera membuat regulasi yang melarang semua paham yang bertentangan dengan Pancasila,” katanya.

“Mereka itu duri dalam daging, kalau pemerintah tidak tegas, akan makin merajalela, karena sudah menyusup ke semua kalangan,” kata Ken.

Leave a Reply

Your email address will not be published.