Cegah Paham Radikalisme dan Intoleransi, Polda Sulbar Hadirkan Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan



Cegah Paham Radikalisme dan Intoleransi, Polda Sulbar Hadirkan Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan

Kepolisian Daerah (POLDA) Sulawesi Barat menggelar kegiatan Pencegahan paham radikalisme dan intoleransi bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) yang dilaksanakan pada hari kamis 25 Maret 2022

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Karo SDM Sumber Daya Manusia Sulawesi Selatan Kombes Pol Agusman Gurning menghadirkan Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan

Dalam sambutanya Karo SDM mengapresiasi anggota yang taat beragama, namun diharapkan dalam belajar agama hendaknya agar kritis dan jangan sampai salah memilih guru agama agar jangan sampai terpapar paham radikalisme dan intoleransi.

Kegiatan pencegahan radikalisme juga diisi dengan simulasi perekrutan kelompok radikalisme oleh narasumber dalam merekrut anggota baru dan tanya jawab dengan peserta yang hadir.

Sementara Ken Setiawan dalam paparanya menceritakan pengalaman selama bergabung di kelompok radikal, dari awal bergabung hingga memutuskan keluar dari jaringan kelompok radikal.

Ken juga menjelaskan bahwa agama dan kitab suci tidak salah, tapi tidak semua orang yang mengaku beragama dan membawa kitab suci itu benar.

Sejarah kelompok radikal di seluruh dunia, kelompok radikal memang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka infiltrasi dikalangan aparat.

Ini proxy war, kita sudah diadu domba antar suku, antar agama, bahkan yang seagama kita juga ribut, saatnya kita interospeksi dan membentengi keluarga dan lingkungan terdekat dari bahaya radikalisme dan intoleransi karena bisa mengarah pada aksi terorisme.

Radikalisme itu tidak dimonopoli oleh satu agama tertentu, tapi dia akan berkembang disebuah negara yang mayoritas, kebetulan di Indonesia adalah mayoritasnya Islam, jadi oknum radikalisme dan terorisme ketika ditangkap Densus 88 identitasnya Islam.

Radikalisme mengatasnamakan agama sejatinya adalah musuh agama dan musuh negara, karena sejatinya tidak ada satupun agama yang membenarkan. Semua agama mengajarkan cinta kasih pada pemeluknya.

Diakhir paparan, Ken menyampaikan bahwa aparat yang ikhlas dan menjalankan tugasnya dengan baik, maka akan jaminan masuk surga paling awal, karena melakukan jihad paling utama, masyarakat jihad dengan hati, ulama dengan lisan, aparat dengan tangan, dan aparat itu jihad paling utama karena memang diberikan wewenang oleh negara. Tutup Ken.

Leave a Reply

Your email address will not be published.