Ken Setiawan: 12 Mei, Ratusan Anggota NII Sumbar Siap Kembali Cabut Baiat dan Ikrar Setia NKRI di Kabupaten 50 Kota



Densus 88 Antiteror Polri menemukan ada 1.125 anggota kelompok teroris Negara Islam Indonesia (NII) yang tersebar disejumlah kabupaten di daerah Sumatera Barat.

Sebelumnya 391 anggota NII telah melakukan cabut baiat di Kabupaten Dharmasraya dan 518 orang juga melakukan cabut baiat di kabupaten Tanah Datar, dan kedepan rencana cabut baiat dan ikrar setia NKRI akan dilaksanakan di Kabupaten 50 Kota.

Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan yang sebelumnya juga hadir memberikan tausyiah kebangsaan di kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Tanah Datar, direncakan akan hadir juga pada acara cabut baiat dan ikrar setia NKRI pada tanggal 12 Mei di Sumbar tepatnya di kabupaten 50 Kota

Menurut Ken, Densus 88 saat ini sangat toleran dan lebih mengedepankan upaya persuasif kepada masyarakat yang terindikasi terpapar paham radikalisme dan terorisme, diharapkan dengan upaya pembinaan kepada para aktifis NII mereka benar benar insyaf kembali setia kepada NKRI.

Ken juga mengapresiasi Kapolda dan Gubernur Sumbar yang telah berkenan merangkul para anggota NII yang bersedia kembali cabut baiat dan setia kepada NKRI untuk kembali ke masyarakat.

Prosesi cabut baiat dan ikrar selanjutnya rencana akan di laksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2022 di Kabupaten 50 Kota yang akan dihadiri oleh Tim Densus 88, Kapolda Sumbar, Gubernur Sumbar, Bupati 50 Kota, Kapolres dan Forkopimda Kabupaten 50 Kota.

Menurut Ken ada yang spesial dalam acara ikrar setia NKRI sebelumnya di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Tanah Datar, bahwa Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa dalam konferensi pers mengultimatum agar warga yang terpapar NII melaporkan diri dan mencabut baiat kemudian ikrar setia kepada NKRI, sampai tanggal 20 Mei 2022 bila tidak kunjung melapor maka akan dilakukan tindakan tegas kepada para anggota NII di Sumatera Barat.

Ken berharap ini menjadi momentum yang baik untuk ditindaklanjuti ditingkat nasional tentang kepedulian aparat dan pemerintah setempat dalam mensikapi persoalan bahaya NII dimasyarakat, lebih baik mencegah dari pada membiarkan para anggota NII naik level menjadi pelaku terorisme. Tutup Ken.

Leave a Reply

Your email address will not be published.