Hadiri Seminar Kebangsaan Anti Radikalisme, Ken Setiawan Ajak Tolak Paham NII dan Salafi Wahabi



Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara menggelar Seminar Kebangsaan Anti Radikalisme di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Karang Sakti, Kecamatan Muara Sungkai, Lampung Utara, Sabtu (4/2/2023).

Acara ini menghadirkan narasumber Pendiri NII Crisis Centre Ken Setiawan, dan Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Regional Lampung. Kegiatan ini bertemakan, Pencegahan Radikalisme Kekerasan Terorisme di Lingkungan Kita

Keua MWCNU Kecamatan Muara Sungkai, Ustadz Abu Khoir mengatakan, acara ini digelar untuk imunisasi pemikiran.

“Acara ini digelar untuk kita semua. Kita harus jaga-jaga, perkuat pertahanan, kuatkan imun pemikiran dari paham radikal. Anak kita, keluarga, dan lingkungan kita jaga dari radikalisme,” ujarnya yang juga Ketua Pelaksana kegiatan.

Sementara itu Kepala Desa Karang Sakti, Achmad Wahyu Ruminto menyampaikan, terima kasih kepada narasumber yang berkenan memberikan masukan dan arahan kepada masyarakat

Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan memaparkan materinya, dari pengalaman pribadi saat terjerumus masuk lembah hitam radikal, hingga proses pulihnya serta memberi tips untuk menjaga diri dari pengaruh-pengaruh sesat NII.

Masyarakat jangan coba coba kalau tidak mau terpapar, jadi kalau ada yang menyebarkan paham negara Islam atau khilafah dan Salafi Wahabi harus di tolak, jangan kasih ruang mereka masuk di sekitar kita. Jelas Ken.

Disisi lain, Ken menjelaskan memang belum ada larangan dalam bentuk undang undang terkait paham NII/ Khilafah dan Salafi Wahabi, bahkan ditenggarai sudah banyak oknum pejabat, ASN dan aparat TNI Polri yang sudah terpapar.

Biasanya diawali dari hal hal kecil, mereka anti kebhinekaan, merasa paling benar, anti tahlilan, anti kuburan, anti sholawatan, anti maulidan, nanti lama lama naik level menjadi anti pemerintah, anti demokrasi dan anti Pancasila yang dinilai merupakan buatan manusia yang tidak layak ditaati.

Jadi kalau ada yang terindikasi menyebarkan paham NII dan Salafi Wahabi di harapkan masyarakat bersama tokoh agama agar bersatu menolak, sebab jika dibiarkan mereka akan akan merajalela dan memecah belah persatuan atas nama agama dengan dalih tahayyul bidah dan khurafat, bahkan mereka tidak segan segan mengkafirkan orang yang berbeda paham. Tambah Ken.

Kegiatan ini berlangsung sekira empat jam, dihadiri lebih dari 200 peserta yang antusias dari pagi mengikuti acara dari awal hingga selesai.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pengurus MWCNU Muara Sungkai, beberapa badan otonom (banom) NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah Nahdliyah (Jatman), Bhabinkamtibmas, tokoh-tokoh masyarakat Karang Sakti dan Muara Sungkai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *