Ken Setiawan Apresiasi NII Ditetapkan sebagai Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris



Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center atau Pusat Rehabilitasi Korban NII Ken Setiawan saat ditemui setelah menjadi narasumber dalam kegiatan Pelepasan Baiat dan Ikrar Setia NKRI untuk 195 Anggota Jamaah Al Islamiyah di Hotel Horison Bandar Lampung mengaku senang dan mengapresiasi setelah sekalian lama memperjuangkan dengan mengusulkan agar NII dimasukan dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) sekarang telah dikabulkan dan ditetapkan sebagai DTTOT oleh Pengadilan Mahkamah Agung.

Sebelumnya NII Crisis Center yang digawangi oleh Ken Setiawan bersama para mantan NII yang telah sadar mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar NII turut dimasukkan ke dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT). Hal ini bertujuan untuk memberikan payung hukum bagi aparat di lapangan untuk melakukan penindakan terhadap kelompok NII.

Ken mengatakan bahwa NII saat ini masih ada dan eksis dimasyarakat, bahkan kini metamorfosa menjadi rrmas keagamaan dan ormas sosial dimasyarajat. NII juga merupakan induk organisasi teror di Indonesia dan semua kelompok teror yang ada di Indonesia saat ini adalah turunan dari NII.

NII atau DI/TII merupakan kelompok induk jaringan radikal terorisme di Indonesia melalui gerakan pemberontakan yang dipimpin Kartosuwiryo. Namun, pascareformasi dengan dicabutnya UU Anti subversi Nomor 11/ PNPS /1963 praktis negara tidak punya instrumen hukum untuk menjerat gerakan dan organisasi ini.

Menurut Ken, Kemarin organisasi yang masuk DTTOT hanya tertentu seperti Jemaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), sementara NII belum masuk DTTOT.

Setelah sekarang telah ditetapkan sebagai DTTOT semoga aparat bisa menindak NII yang merupakan ancaman karena memiliki ideologi yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

Ken Setiawan bersama para mantan NII mendukung aparat keamanan di Indonesia dalam hal penindakan kelompok NII walaupun Ken percaya bahwa aparat sudah memiliki sebagain data sebaran jaringan NII di Indonesia.

Untuk masyarakat yang mengetahui jaringan NII di sekitarnya atau pernah terlibat didalam kelompok NII dapat berpartisipasi dengan menghubungi Hotline NII Crisis Center di 0898-5151-228. Tutup Ken.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *